Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Saturday, February 19, 2011

Amien Rais : Ahmadiyah tak perlu dibubarkan dan mereka punya Hak Hidup

Amien Rais menawarkan jalan tengah mengatasi persoalan Ahmadiyah. Ia mengusulkan agar Ahmadiyah dilarang menyebarkan ajarannya secara terbuka, tapi masih boleh secara tertutup. Dan hak hidup mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus dijaga.
Senin malam pekan lalu, di tengah kesibukannya menerima tamu dan bersiap menunaikan ibadah umrah, Amien Rais menerima Nugroho Dewanto, Grace S. Gandhi, dan Budi Riza dari Tempo di rumahnya di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, untuk wawancara khusus. Berikut ini petikannya.
   
Menjelang peringatan sepuluh tahun Reformasi, salah satu komponen bangsa, yaitu Ahmadiyah, dianggap menyimpang dan direkomendasikan untuk menghentikan kegiatannya. Padahal, di masa Orde Baru saja, mereka bisa hidup damai.…
Di zaman Orde Lama, mereka juga bisa hidup tenang. Saya mencium ada kelompok siluman yang melakukan semacam operasi intel untuk memperkeruh suasana, menghancurkan ketenangan masyarakat. Munculnya masalah Ahmadiyah seperti konflik Islam-Kristen di Ambon dulu yang amat mengejutkan, karena sebelumnya tidak pernah terjadi. Padahal hubungan harmonis antara penganut Islam dan Kristen di sana tadinya selalu menjadi contoh kebanggaan nasional. Ketika berkunjung ke luar negeri, sering kali kita menyebut bahwa Pancasila telah memungkinkan anak-anak bangsa yang berbeda agama bisa bekerja sama secara harmonis dan rukun. Tidak ada pertentangan, apalagi sampai konfrontasi fisik.

Mengapa Anda menyebut siluman? Bukankah organisasi yang menentang Ahmadiyah jelas, seperti Forum Umat Islam?
Itu kan organisasi yang muncul. Yang muncul jelas konkret. Bagian dari umat Islam. Tapi yang merekayasa ini harus dicari.

Apakah Anda mendapat informasi intelijen soal kelompok siluman ini?
Tidak ada sama sekali. Tapi kriminalisasi dan demonisasi Ahmadiyah ini sebuah rekayasa politik dan psikologi massa. Ini musibah. Umat Islam harus hati-hati.

Sudah berapa lama Anda mengenal Ahmadiyah?
Ahmadiyah sudah ada di Indonesia sejak saya kecil. Ketika saya masuk Universitas Gadjah Mada pada 1962, saya lihat beberapa tokoh universitas ada yang menjadi penganut Ahmadiyah. Yang terkenal itu Doktor Ahmad Djojosoegito. Mereka juga punya sekolah teknik menengah dan sekolah menengah atas di Yogyakarta.

Selama ini masyarakat tidak ada masalah dengan mereka?
Sama sekali tidak ada. Mengapa dalam dua tahun terakhir ini diributkan? Kalau Ahmadiyah dikatakan menyimpang dari akidah Sunni, sejak lahirnya, ya, sudah menyimpang. Ahmadiyah Qadian ataupun Lahore menganggap Mirza Gulam Ahmad sebagai Imam Mahdi.

Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat telah merekomendasikan Ahmadiyah menghentikan kegiatan mereka….
Saya menyayangkan mengapa badan itu ketika membuat rekomendasi tidak sekaligus melarang umat Islam melakukan kekerasan atau merusak masjid atau kantor milik Ahmadiyah. Perusakan itu perbuatan yang tidak islami. Kalau ada rekomendasi itu, mungkin orang-orang yang mau melakukan kekerasan akan berpikir dulu. Rekomendasi itu tidak bijak karena tidak melihat implikasi sosial, politik, psikologi, dan keagamaan dari yang direkomendasikan.

Sekarang pemerintah sedang menggodok surat keputusan bersama tentang Ahmadiyah. Apa implikasinya jika Ahmadiyah harus dilarang?
Kalau dilarang akan menjadi preseden yang luar biasa. Kapan-kapan kalau ada sebuah sekte muncul dan tidak sesuai dengan selera serta pandangan keimanan mainstream, kembali akan dihajar, dengan diktum sebagai aliran sesat dan ramai-ramai akan dikeroyok massa. Masalah ini sudah masuk ke wilayah yang amat sangat rumit dan sensitif, sudah karut-marut. Tapi tampaknya pemerintah seolah-olah tidak tahu.

Maksudnya?
Mengapa tiba-tiba Ahmadiyah dijadikan sasaran? Apalagi melibatkan aksi massa yang melibatkan ribuan orang dan well-organized. Ini menimbulkan tanda tanya. Saya curiga persoalan ini sengaja dimunculkan supaya masyarakat lupa akan persoalan kenaikan harga bahan pokok, dari kegagalan pemerintah mengatasi kondisi infrastruktur yang sudah hancur-hancuran. Supaya masyarakat lupa akan kenyataan bahwa pemerintah ini sudah menjadi broken government.

Anda curiga pemerintah berada di balik aksi anti-Ahmadiyah? Kalau benar, bukankah kekerasan ini membuat citra pemerintah menjadi jelek menjelang pemilihan umum?
Saya kira ini tidak langsung berhubungan dengan pemilihan umum. Tapi di mana pun, pemerintah yang sedang anjlok citranya karena tidak bisa mengatasi masalah mendasar yang dihadapi rakyatnya biasanya menjadi kreatif dan inovatif menciptakan suatu isu yang tahan agak lama.

Tujuannya?
Untuk memalingkan perhatian masyarakat dari jumlah pengangguran yang membengkak, kelaparan, dan kesengsaraan masyarakat. Dulu Bung Karno mengganyang Malaysia. Padahal Malaysia tidak ada salahnya. Tiap hari pawai, sampai lupa inflasi sudah 900 persen. Lupa bahwa di desa atau di kota sudah ada orang yang makan tikus bakar. Rakyat jadi asyik masyuk dengan konflik dan melupakan, bukan sejenak-dua jenak, tapi cukup lama kesusahannya. Saya bisa saja keliru, tapi saya mengamati, pemerintah yang bingung kadang-kadang mencari isu yang mengalihkan perhatian masyarakat.

Bagaimana sesungguhnya sikap umat Islam terhadap Ahmadiyah?
Coba tanya ke gajah-gajahnya organisasi Islam, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Saya kira mereka tidak setuju dengan cara seperti ini. Walaupun di Badan Koordinasi itu ada orang Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah, kalau Hasyim Muzadi atau Din Syamsuddin ditanya, saya kira keduanya tidak akan setuju dengan kekerasan terhadap Ahmadiyah.

Dari segi agama, bagaimana semestinya menyikapi Ahmadiyah?
Bagi orang yang membaca Al-Quran, sudah jelas sekali. Tiap anak-cucu Adam punya hak sepenuhnya untuk menganut agama yang dia pilih. Anak kecil juga hafal surat Al-Kafirun: lakum dinukum waliyadin, bagimu agamamu, bagiku agamaku. Ini mengajari kita semua supaya ada koeksistensi secara damai di antara pemeluk agama yang berbeda-beda. Dalam Al-Quran juga dikatakan, “Barang siapa ingin kafir, silakan kafir. Barang siapa ingin beriman, silakan beriman.”

Jadi tidak ada paksaan dalam beragama?
Yang paling penting, tidak ada paksaan dalam beragama. Saya membaca tarikh Nabi, beliau tidak pernah mengajari supaya sebuah sekte yang dianggap menyimpang dibasmi dengan kekerasan. Orang kafir juga harus dilindungi karena punya hak hidup.

Konstitusi kita juga menjamin kebebasan orang beribadah?
Ya, itu jelas sekali. Jadi Tuhan sang Maha Pemurah dan pencipta langit dan bumi telah menciptakan keragaman. Ya, sudah.

Secara politik, apa sebenarnya yang dikhawatirkan dari Ahmadiyah?
Ahmadiyah bukan gerakan politik. Bahkan istilah jihad di tangan Ahmadiyah menjadi melempem. Buat mereka, jihad berarti berdakwah saja. Jadi keliru kalau ada yang menganggap Ahmadiyah akan mengembangkan negara syariah. Beberapa stasiun televisi mereka di Eropa hanya bicara tentang ajaran Islam, akhlak, dan ekonomi.

Bagaimana profil orang Ahmadiyah?
Di Pakistan mereka tetap eksis. Mereka naik haji ke Mekkah dan Madinah, juga tetap salat lima waktu. Bahkan setahu saya, banyak jenderal angkatan laut, darat, dan udara di Pakistan orang Ahmadiyah. Bahkan pemenang Nobel Fisika, Dr Abdussalam, juga orang Ahmadiyah. Jadi mereka itu sekumpulan orang intelektual. Bahkan, kalau mau jujur, yang menyiarkan agama Islam di Eropa, ya, orang-orang Ahmadiyah lewat stasiun televisi dan stasiun radio.

Mungkinkah persoalan Ahmadiyah dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat, karena ada partai yang kencang mendukung pelarangan Ahmadiyah?
Saya yakin sekali tidak akan sampai ke Dewan. Kalau mengharapkan Dewan memvonis Ahmadiyah, itu mission impossible.

Mengapa?
Saya agak paham peta di Dewan. Membuat semua anggota Dewan yang fraksinya berbeda-beda mengompori pemerintah supaya melarang Ahmadiyah, itu tidak terbayangkan. Unthinkable. Ya, mungkin ada satu-dua fraksi yang ingin melarang Ahmadiyah. Tapi, berdasarkan pengalaman saya, Dewan akan selalu kembali ke titik tengah. Tidak mau diajak ekstrem.

Bagaimana sebaiknya jalan tengah untuk Ahmadiyah?
Sekalipun Ahmadiyah dianggap aliran yang menyimpang dari tradisi Sunni, di luar mazhab Hambali, Maliki, Hanafi, Syafei, hak hidup mereka harus dihormati. Itu konsekuensi dari demokrasi dan konstitusi kita. Nah, jalan tengahnya, Ahmadiyah dilarang menyebarkan secara terbuka keimanannya, secara tertutup bolehlah. Tapi, karena mereka bagian dari tubuh bangsa Indonesia, boleh tetap ada. Wong jadi komunis juga boleh, kok.

Bagaimana dengan tuntutan agar Ahmadiyah diminta keluar dari Islam?
Enggak betul itu. Yang punya Islam itu Allah. Saya meratapi mengapa sepertinya benang emas Quran itu dilupakan. Kalau kita kembali ke Quran, kita kan disuruh menyeru kepada kebenaran, kepada agama Allah dengan cara yang baik, kearifan, mujadalah yang indah, debat yang sejuk, wonderful. Tidak ada dalam Al-Quran menyuruh mengepalkan tinju dan memburu orang yang berbeda pendapat. Saya setuju pernyataan Din Syamsuddin: “Jangan paksakan Ahmadiyah keluar dari Islam.” Sebab, mereka memang tidak mau. Mereka merasa Islam.

Bagaimana bila Ahmadiyah akhirnya dilarang, masjid-masjidnya ditutup?
Itu akan membuat Indonesia menjadi negara yang sangat tidak simpatik.

Apa yang akan Anda lakukan?
Ya, saya tidak setuju saja. Wong saya cuma rakyat biasa.

Siapa yang untung dengan karut-marut persoalan Ahmadiyah?
Yang untung yang tidak senang Indonesia tenteram.

 
***
Berita ini dikutip dari 
http://didikbudiarto.wordpress.com/2008/04/28/amin-rais-ahmadiyah-punya-hak-hidup/
tanggal 19 Februari 2011

Friday, November 5, 2010

Suara Gemuruh Erupsi Merapi terdengar sampai jarak 30 km

malam ini di berita televisi, pukul 00.35 WIB
gemuruh merapi semakin kencang dan makin terasa sampai jarak 30 km,,,,,
terjadi gempa ringan dan kilatan cahaya,,,,,,,
(live : kabar malam - reporter tvOne)

Thursday, November 4, 2010

Merapi semakin "seru" dan "dahsyat"

Yahh... setelah tanggal 26 Oktober 2010,,,, 
merapi semakin parah batuknya............
makin banyak "wedhus gembel" yg disembuurkan.....................
makin banyak hujan abu dan pasir..................
makin dahsyat erupsinya...........
makin terdengar suara gemuruhnya...........
makin banyak pengungsinya..............
jarak aman semakin hari semakin luas,,,,
sampai hari ini tanggal 4 November 2010, jarak aman melingkar merapi sampai 17km dari puncak merapi


berikut foto aksi dari merapi tanggal 4 November 2010 waktu pagi hari.... di foto dari pesawat oleh teman saya....
Subhanallah.............................Allahuakbar!

Letusan Merapi 2010


Jum’at, 22 Oktober 2010
Alat seismograf milik BPPTK Yogyakarta merekam peningkatan frekuensi gempa bumi vulkanik sebanyak 52 kali, gempa multifase 514 kali, dan tak ada sama sekali gempa frekuensi rendah

Sabtu, 23 Oktober 2010
Terjadi 80 kali gempa vulkanik, 525 kali gempa multifase dan gempa frekwensi rendah satu kali.

Minggu, 24 Oktober 2010
Terjadi 80 gempa vulkanik, 588 gempa multifase dan tiga kali gempa frekuensi rendah.

Senin, 25 Oktober 2010
Sekitar pukul 06.00 WIB, status Gunung Merapi ditingkatkan dari ‘siaga’ menjadi ‘awas’. Ini adalah level tertinggi bagi gunung berapi yang akan segera memuntahkan lava.
News :
Hingga saat ini belum terlihat kubah baru dan titik api diam di Merapi. Tapi justru karena itu, banyak yang mengkhawatirkan letusan Merapi kali ini bakal lebih dahsyat dari sebelumnya.
"Karena tidak muncul kubah baru dan titik api diam, maka letusan atau erupsi merapi tahun 2010 ini akan jauh lebih besar dari erupsi tahun 2006," kata Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, di kantor BPPTK Yogyakarta.

Selasa, 26 Oktober 2010
Menurut laporan Surono telah terjadi erupsi gunung Merapi mulai pukul 17.02 WIB berupa awan panas selama 9 menit.
Pukul 17.18, awan panas selama 4 menit.
Pukul 17.23, selama 5 menit
Pukul 17.30, selama 2 menit
Pukul 17:37, selama 2 menit
Pukul 17.42, selama 33 menit
Pukul 18.16, selama 5 menit
Pukul 18.21, selama 33 menit
 Data seismik gunung Merapi hingga pukul 17.00 WIB menunjukkan terjadi gempa guguran 317 kali, gempa multi phase 371 kali, gempa vulkanik 227 kali dan gempa tektonik 3 kali.



Wednesday, July 28, 2010

Thursday, June 24, 2010

Pernyataan Polda DIY mengenai Kasus Pembacokan di Jogja

Kasus pembacokan yang terjadi di daerah ring road di Jogjakarta,(dapat dilihat di sini) ternyata banyak pengaduan dari masyarakat jogja ke website resmi Polda DIY.

Berikut adalah pengaduan dari warga Jogjakarta beserta tanggapan dari Bidang Humas Polda DIY.
Nama : Nazli Rahman
Tanggal : 2010-06-17, 02:16:09
Judul : Laporan Pembacokan di Jogja
Pengaduan :
Kepada Pak Polisi Yang Terhormat, saya sebagai mahasiswa sekarang merasa sangat ketakutan karena membaca berita soal adanya pembacokan di daerah ringroad utara selama beberapa malam ini,. jujur saja saya sering pulang malam dan lewat ringroad karena tuntutan tugas kuliah di semester akhir ini. mohon tindakan bapak-bapak kepolisian agar jogja kembali aman dan nyaman, apa lagi menjelang muktamar muhammadiyah ini pak. ini ada link soal pembacokan itu pak : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4415573
Tanggapan :
memang benar telah terjadi kasus tersebut. dan saat ini telah dilakukan penyidikan. bagi masyarakat yang mempunyai informasi yang dapat membantu kami, silahkan kirimkan informasi tersebut ke kami. terimakasih (Bid. Humas)


Nama : doel
Tanggal : 2010-06-24, 11:39:46
Judul : pembacokan di ring road utara
Pengaduan :
Bapak POLISI yang terhormat… mohon segera pengaduan tentang isu pembacokan di ring road utara segera ditanggapi dan ditindak lanjuti secepatnya.. mengingat hal tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat…. ataukah kami harus mengadukan kepada jajaran yang lebih tinggi supaya bisa segera ditindak lanjuti ?
Tanggapan :
Terkait dengan adanya pelaku pembacokan diwilayah hukum Polda DIY, Dit Reskrim Polda DIY beserta Reskrim jajaran telah membentuk tim untuk pengungkapan pelaku penganiayaan (pembacokan) dengan tanpa sebab musabab diwilayah Hukum Polda DIY, beberapa kasus masih dalam penyelidikan diupayakan secapat mungkin untuk terungkap, khusus Polres Bantul telah terungkap 1 kasus penganiayaan (pembacokan) dengan modus operansi menggunakan sepeda motor kemudian membacok korban. TKP Polsek Sewon. Kepada masyarakat luas dihimbau untuk berhati-hati di jalur sepi terutama pada saat jam jam sepi pengguna jalan. (Bid. Humas)
Berikut saya sertakan gambar lembaran koran dari Harian Jogja yang berisi mengenai kasus di atas.
Sumber : Website Resmi Polda DIY dan Kaskus